Skip to content

Cara Unik Desa Kedanyang Gresik Menjaga Kearifan Lokal Fisherman’s Friend

  • by

Cara Unik Desa Kedanyang Gresik Menjaga Kearifan Lokal. 👇

Gresik (beritajatim.com) – Desa Kedanyang di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik punya cara unik menjaga kearifan lokal desanya. Konon, desa yang berdiri sejak revolusi fisik tersebut mempunyai sejarah panjang hingga sekarang.

Desa di bagian selatan Kecamatan Kebomas itu, awalnya letak geografisnya bukan di utara melainkan di selatan. Tepatnya, di lapangan Sriweringin. Karena kepercayaan yang ada, para leluhur memindahkan desa tersebut agar lebih sempurna dan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan.

Kepala Desa Kedanyang Mustofa menceritakan nama Kedanyang karena dulunya desa ini banyak ‘Danyang’ atau roh halus yang tidak bisa dilihat oleh panca indera manusia. Setelah para leluhur desa menjadikan satu tempat Danyang itu yang ditempatkan di lapangan Sriweringin. Sehingga, tidak ada gangguan lagi

“Saat ini posisi Desa Kedanyang paling selatan di Kecamatan Kebomas dan berbatasan dengan wilayah Kecamatan Cerme serta berbatasan dengan daerah Surabaya di bagian utara. Tidak heran sekarang desa tersebut menjadi tujuan pada urban mengingat banyak pekerja dari luar Gresik yang menetap di desa ini seiring dengan pertumbuhan industri,” ujarnya, Senin (6/11/2023).

BACA JUGA:
KPU Pesan 1 Juta Kotak dan Bilik Suara dari Intan Ustrix Gresik

Seiring dengan perkembangan jaman. Sekarang desa tersebut sudah maju, dan banyak industri serta perumahan baru sebagai tempat tinggal para urban, atau warga pendatang. Untuk menjaga kearifan lokal budaya setempat. Pemerintah Desa (Pemdes) Kedanyang memperkenalkan pelajaran P5 ke siswa sekolah dasar.

Pelajaran P5 kepanjangan dari project penguatan profil pelajar Pancasila dengan tema kearifan lokal yang diterapkan di UPT 23 SDN Kedanyang. Program ini mengenalkan kepada generasi muda khususnya dalam bidang pendidikan kearifan lokal agar tidak lupa pada sejarah.

“Kearifan lokal ini menyangkut beberapa hal baik seni dan budaya. Untuk di Desa Kedanyang masih melestarikan budaya leluhur sebagai ungkapan rasa syukur yang sampai sekarang terus dilestarikan,” kata Mustofa.

Rasa syukur warganya itu lanjut dia, diungkapkan dalam kegiatan sedekah bumi. Dimana, acara ritual tersebut juga diiringi dengan adat budaya Jawa Timur diantaranya wayang kulit, dan ludruk.

BACA JUGA:
Gresik United Takluk 1-0 di Kandang Persekat Tegal

“Khusus program P5 di UPT SD 23 memperkenalkan perangkat desa, serta kearifan lokal. Melalui kegiatan ini mudah-mudahan generasi muda tidak lupa sejarah terus melestarikan budi pekerti yang disampaikan leluhur desa,” paparnya.

Ia menambahkan, pelajaran P5 disampaikan ke siswa kelas 4. Harapannya, kedepan generasi muda mengisi perjuangan dari leluhur Desa Kedanyang. Program P5 dijalankan mulai tahun 2019 agar siswa SD bisa mengenal lebih dekat kearifan lokal desanya.

“Itu harapan kami mengingat saat ini Desa Kedanyang kemajuannya sangat pesat sekali seiring dengan perkembangan jaman dan industri,” imbuhnya. [dny/beq]


Ikuti kami di 👉https://bit.ly/392voLE
#beritaviral #jawatimur #viral berita #beritaterkini #terpopuler #news #beritajatim #infojatim #newsupdate #FYI #fyp