Skip to content

Gondang Mojokerto Jadi Pilot Project Program Kementrian Ketenagakerjaan Fisherman’s Friend

  • by

Gondang Mojokerto Jadi Pilot Project Program Kementrian Ketenagakerjaan. 👇

Mojokerto (beritajatim.com) – Kecamatan Gondang di Kabupaten Mojokerto terpilih dari lima pilot project yang ditetapkan oleh Kementrian Ketenagakerjaan. Kecamatan Gondang merupakan satu-satunya kawasan yang ada di Jawa Timur yang ditetapkan sebagai Perluasan Kesempatan Kerja Berbasis Kawasan.

Ada empat desa di Kecamatan Gondang yang ditetapkan sebagai Perluasan Kesempatan Kerja Berbasis Kawasan. Yakni Desa Kebuntunggul, Dilem, Begagan Limo dan Gumeng. Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Titik Mas’udah saat Pembukaan Pelatihan Berbasis Kawasan.

Pembukaan Pelatihan Berbasis Kawasan dan pelatihan Peningkatan Produktivitas Berbasis Kawasan di Kawasan Ekowisata Majapahit tersebut digelar di Lembah Mbencirang, Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Senin (6/11/2023). Pelatihan digelar Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo.

“Kecamatan Gondang terpilih dari lima pilot project yang ditetapkan oleh Kementrian Ketenagakerjaan. Kecamatan Gondang merupakan satu-satunya kawasan yang ada di Jawa Timur yang ditetapkan sebagai perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan. Kita menamakan Kecamatan Gondang ini sebagai Kawasan Ekowisata Majapahit,” ungkapnya.

Masih kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, ada beberapa kegiatan yang dilakukan sejak tahun 2021 dan tahun 2023 adalah tahun ketiga. Tahun 2023, ada 20 kecamatan yang ditetapkan sebagai perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan. Output dari kegiatan tersebut membuat ekosistem dari hulu ke hilir.

Pelatihan Berbasis Kawasan dan pelatihan Peningkatan Produktivitas Berbasis Kawasan di Kawasan Ekowisata Majapahit Lembah Mbencireng, Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]
“Mulai dari bibit hingga ujungnya, kira-kira begitu. Di Kecamatan Gondang ini, wirausahanya lebih ke permakanan, handygraft seperti batik dan lain sebagainya. Sebenarnya sudah berkembang dari tahun kemarin, batik. Tapi karena Mojokerto bukan daerah yang dikenal dengan batik sehingga ada kendala dari sisi pemasaran,” katanya.

Padahal, masih kata Titik, Kabupaten Mojokerto memiliki potensi kerajinan batik yang perlu dikembangkan. Kecamatan Gondang masuk dalam salah satu kawasan wisata yang akan dikembangkan. Titik menyebut Desa Kebontunggul memiliki wisata yakni Lembah Mbencirang.

“Mungkin masih lokal tapi kita berharap dari lokal ini bisa dikembangkan dengan baik di Kabupaten Mojokerto. Di Kebontunggul ini juga menjadi sentra pemasaran desa-desa lain yang kita tetapkan menjadi Kawasan. Bisa menjadi pusat marketing, pemasaran produk-produk dari tiga desa lainnya,” harapnya.

Menurutnya setiap tahun ada lima Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dan pelatihan yang diikuti ratusan warga di empat desa. Selain menelurkan TKM dan pelatihan, Kementerian Ketenagakerjaan juga membantu dalam segi sarana dan prasarana dengan beberapa program padat karya.

“Kita tidak hanya menguatkan di sisi usahanya tapi juga sarana prasarannya juga kita bantu. Jadi harapannya dari Kementerian Ketenagakerjaan itu, ini menjadi perangsang instansi-instansi lain. Nantinya itu ada kepedulian dari berbagai pihak untuk ikut andil dalam Kawasan ini. Ini kita pelopori,” lanjutnya.

Kementrian Ketenagakerjaan sudah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam melakukan pengembangan Kawasan. Kendala yang dihadapi para peserta pelatihan tersebut ditindaklanjuti oleh instansi terkait. Contoh di pelatihan produktivitas adalah peserta sebelumnya yang sudah berhasil membuat usaha.

Sementara itu, Kepala BPVP Sidoarjo, Muhammad Aiza Akbar menambahkan, rata-rata sekitar 100 orang mengikuti pelatihan. “Tahun ini ada 105 peserta. Pelatihan produktivitas selama empat hari, untuk pelatihan batik, handcraft, tata boga 10 hari kerja. Betul (mulai hari ini),” tambahnya.

Masih kata Aiza, kejuruan yang digelar saat pelatihan setiap tahun berbeda sesuai dengan kebutuhan masyarakat. BPVP Sidoarjo sebagai lembaga pelatihan sehingga pihaknya memberikan support di pelatihan dan Balai Latihan Kerja (BLK) nantinya akan memberikan support dalam bentuk lain.

“Kami ada rembug Kawasan, sekitar bulan Juni kami menginisiasi Balai Perluasan Kesempatan Kerja Bekasi karena mereka wilayah kerjanya seluruh Jawa. Ini sudah ditetapkan sebagai kawasan ekowisata, kebutuhan telah diidentifikasi yang disampaikan kepada kami dan kami yang memberikan pelatihan,” ujarnya.

Di tahun 2021, BPVP Sidoarjo memberikan pelatihan batik, makanan ringan dan pupuk kompos. Tahun 2022 pelatihan ecoprint, pupuk kompos dan makanan olahan, sementara di tahun 2023 pelatihan batik, kerajinan tangan dan tata boga. Sebanyak 25 orang yang dilatih produktivitas pada tahun 2023, sudah memiliki usaha yang sudah berjalan.

BACA JUGA:

Nasib Para Pengrajin Sandal di Kota Mojokerto Pasca TikTok Shop Ditutup

“Pelatihan produktivitas ini peserta adalah mereka yang sudah memiliki usaha yang sudah berjalan. Artinya ini tidak menjadi satu, satu usaha tapi bisa berkelompok. Targetnya bukan semua orang tapi kelompok, seperti orang Tionghoa. Dapat order bisa diberikan ke temannya saat tidak bisa memenuhi order tersebut jadi berbasis kamunal memang,” tegasnya.

Turut hadir Balai Perluasan Kesempatan Kerja Bekasi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mojokerto, perwakilan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Camat Gondang dan empat Kepala Desa (Kades). Yakni Kades Kebontanggul, Dilem, Begagan Limo dan Gumeng. [tin/but]


Ikuti kami di 👉https://bit.ly/392voLE
#beritaviral #jawatimur #viral berita #beritaterkini #terpopuler #news #beritajatim #infojatim #newsupdate #FYI #fyp