Skip to content

Hasil Riset UGM Jelang Pilpres, 5 Parpol Getol Main Medsos Fisherman’s Friend

  • by

Hasil Riset UGM Jelang Pilpres, 5 Parpol Getol Main Medsos. 👇

Yogyakarta (beritajatim.com) – UGM (Universitas Gadjah Mada) mengungkapkan hasil riset menyatakan 5 parpol getol main medsos (media sosial) jelang pelaksanaan Pilpres (Pemilihan Presiden).

Riset ini dilakukan oleh Center for Digital Society (CfDS) Fisipol UGM. Dalam riset diamati aktivitas di media sosial 5 parpol besar yakni PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PKB, dan Nasdem.

Masih dari hasil riset Fisipol UGM tersebut,medsos masih dirasa efektif dan menjadi pilihan bagi parpol untuk melakukan aktivitas kampanye dan sosialisasi. Dari riset juga menyebutkan bahwa aktivitas parpol membuat konten konten dalam medsos juga makin getol usai diresmikannya tiga capres dan cawapres yang maju di Pemilu 2024.

BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Surabaya Jumat 3 November 2023, Belum Hujan

Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan, Arga Pribadi Irmawan menuturkan media sosial sebagai salah satu medium diskusi masyarakat pun menunjukan aktivitas partai politik yang tinggi.

Beberapa strategi ini dikemas dalam cuitan-cuitan seputar prioritas isu partai, nilai-nilai partai, hingga promosi capres-cawapres. Menariknya, partai yang berhasil menang di Pemilu 2019 lalu memiliki aktivitas yang berbeda dari partai lainnya.

Hasil riset terhadap aktivitas partai politik di media sosial X selama Januari 2022-September 2023 menunjukkan banyak perubahan utamanya untuk kelima parpol yang disebutkan diatas.

“Riset kami mengambil lima partai politik yang memenangkan pemilu di tahun 2019, yaitu PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PKB, dan Nasdem. Karena kami ingin melihat perubahannya dari waktu ke waktu. Terlebih menjelang pemilu tahun depan. Riset ini juga dilatarbelakangi oleh kecenderungan partai yang disebut sebagai secret garden of politics atau ketidakterbukaan urusan partai pada publik,” tuturnya.

Berdasarkan hasil riset, partai politik yang banyak melakukan aktivitas di media sosial X adalah PDI Perjuangan (@PDI_Perjuangan) dengan total tweet mencapai 30.593. Disusul dengan akun partai Gerindra (@Gerindra) yang mencapai 17.057 tweet. Sedangkan tiga akun lainnya tidak menunjukkan aktivitas yang masif selama setahun terakhir, yakni akun partai Goldar (@golkar_id) dengan total tweet 5.982, partai PKB (@DPP_PKB) sebanyak 3.468 tweet, dan partai Nasdem (@NasDem) sebanyak 3.182 tweet.

BACA JUGA:PWI Tuban Salurkan Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan

“Kami menemukan motif kecenderungan koalisi partai ini adalah politik elektoral. Tujuan utamanya untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas. Kami temukan di sini PKB berkoalisi dengan Nasdem justru interaksinya sangat sedikit. Biasanya hanya sebatas pendokumentasian rapat dan kunjungan. Sedangkan koalisi Gerindra dan Golkar ini interaksinya sangat tinggi.

Saling berbalas satu sama lain di X,” ungkap Arga. Kedua koalisi ini juga berkali-kali menunjukan upaya untuk meningkatkan popularitas capres-cawapresnya, yakni Anies-Muhaimin dan Prabowo-Gibran narasi yang berbeda.

“Sejauh ini kami belum mendapati X sebagai platform prioritas dari partai politik. Karena narasi yang dibangun masih bersifat sangat formal, seperti kegiatan partai, koalisi, penokohan, dengan kata-kata formal. Sedangkan yang banyak interaksinya itu hanya akun partai Gerindra, karena ia menggunakan bahasa-bahasa ringan yang disukai anak muda,” tambah Arga. (Aje)


Ikuti kami di 👉https://bit.ly/392voLE
#beritaviral #jawatimur #viral berita #beritaterkini #terpopuler #news #beritajatim #infojatim #newsupdate #FYI #fyp