JOB Tomori Berdayakan KAT Loinang Kelola Air Bersih Berkelanjutan. 👇
Banggai (beritajatim.com) – Joint Operation Body (JOB) Pertamina – Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori), merupakan bagian dari Zona 13, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina. JOB Tomori terus melakukan berbagai upaya memperbaiki kualiatas Komunitas Adat Terpencil (KAT) Loinang yang berada di Dusun Tombiobong, Desa Maleo Jaya, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.
Upaya JOB Tomori di antaranya dengan melakukan Program Asih Loinang atau Pengelolaan Air Bersih Berkelanjutan Berbasis Komunitas Adat Loinang. Asih Loinang merupakan program intervensi dengan menghadirkan sumber utama kehidupan yaitu air yang mudah dijangkau oleh seluruh penduduk di Dusun Tombiobong.
JOB Tomori membangun fasilitas distribusi air dengan metode Mata Nuue Eco Water Elevator (Metavor) adalah sistem jaringan transmisi dan distribusi air dengan memanfaatkan perbedaan elevasi sehingga air dapat dialirkan dari lokasi pengambilan (intake) menuju lokasi yang dituju (end point). Dengan begitu, air bisa dipergunakan untuk fasilitas umum dan domestik berupa POSKESDES, PAUD, SD, Masjid, Gereja, Rumah Relawan, dan Rumah Warga.
JOB Tomori juga bekerjasama dengan Aisyiyah dengan melakukan penguatan kapasitas dan pemberdayaan di Komunitas Adat Loinang. Kemudian terbentuklah Kawan Loinang yang menjadi penggerak pemberdayaan di Komunitas Adat Loinang.
JOB Tomori juga menempatkan fasilitator lapangan yang tinggal di Komunitas Adat Loinang untuk melakukan pendampingan penguatan kapasitas dan pemberdayaan.
JOB Tomori membangun fasilitas distribusi air dengan metode Mata Nuue Eco Water Elevator (Metavor) adalah sistem jaringan transmisi dan distribusi air dengan memanfaatkan perbedaan elevasi sehingga air dapat dialirkan dari lokasi pengambilan (intake) menuju lokasi yang dituju (end point). Sebelum program tersebut, masyarakat di Dusun Tombiobong harus mengambil air di sungai sejauh sekitar 1 km dari pemukiman dengan kondisi jalan yang sulit diakses.
GM Zona 13 Benny Sidik mengatakan program ini sejalan dengan upaya Perusahaan untuk menjaga kinerja keberlanjutan melalui program Environmental, Social & Governance (ESG) dan juga mendukung upaya pemerintah termasuk dalam mencapai target agenda internasional Sustainable Development Goals utamanya tujun no. 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak dan no. 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Benny menambahkan air merupakan kebutuhan mendasar umat manusia yang harus dipenuhi agar dapat hidup dengan kualitas yang baik. Hal ini juga berlaku untuk KAT Loinang yang selama ini hidup dengan keterbatasan karena jauh dari sumber mata air.
“Inovasi sosial Asih Loinang ini telah memberikan solusi yang baru dan lebih efektif terhadap permasalahan ini. Program inovasi sosial yang kami lakukan merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan nilai lebih kepada pemangku kepentingan, termasuk masyarakat,” ujarnya.
Dalam pembuatan Metavor, JOB Tomori memanfaatkan limbah Non-B3 berupa junk, scrap, valve, kran, sisa pipa HDPE yang tidak terpakai (pemanfaatan limbah non-B3 dari kegiatan produksi dapat mereduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) karena jarak tempuh yang lebih pendek dengan TPA.
Water intake reservoir Metavor terdiri dari Eco-filter berupa ijuk, saringan pasir dan kerikil tanpa menggunakan bahan kimia (Zero Chemical). Metavor terdiri dari jaringan pipa transmisi, jaringan pipa distribusi, bak penguras, hidran umum serta sambungan distribusi rumah.
Karena masalah keterbatasan bahasa, pada tahun 2019 JOB Tomori melalui mitra pendamping Aisyiyah yang berperan sebagai mediator dan penerjemah antara perusahaan dengan suku adat Loinang. JOB Tomori bekerjasama dengan Aisyiyah dengan melakukan penguatan kapasitas dan pemberdayaan di Komunitas Adat Loinang. Kemudian terbentuklah Kawan Loinang yang menjadi penggerak pemberdayaan di Komunitas Adat Loinang.
Metode konvensional distribusi air menggunakan sistem pompa untuk menambah energi pada aliran sehingga dapat mencapai tempat yang lebih tinggi. Dengan penggunaan Metavor penggunaan pompa dan genset yang menghasilkan emisi GRK dapat dihindari (Zero Emisi). Sisa air bersih dimanfaatkan warga untuk mengairi kolam ikan, kolam azola (ALI KOMPAKAN La), dan perkebunan (KUPAS ALAM). Keberadaan metavor telah mendorong perubahan perilaku (mass-behaviour change) karena masyarakat dapat melakukan kegiatan MCK di rumah yang dilengkapi dengan saluran tangki septik sehingga mengurangi beban pencemaran air sungai dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Business Support Senior Manager JOB Tomori Agus Sudaryanto menambahkan, program inovasi sosial Asih Loinang ini dilakukan melalui proses dan tahapan yang terencana agar benar-benar efektif menyelesaikan permasalahan sosial keterbatasan akses air KAT Loinang.
“Kami ingin program ini menjawab permasalahan, memberikan dampak berupa keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat rentan. Melalui program ini kami mendapatkan banyak pelajaran menghadapi dinamika yang terjadi di masyarakat. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kami untuk melakukan perbaikan berkelanjutan,” ujar Agus.
Menurutnya, program kolam ikan dan ALI KOMPAKAN La telah meningkatkan pendapatan, ketahanan pangan dan membantu masyarakat adat menghemat biaya pakan ikan dan memenuhi kebutuhan primer & sekunder. Masyarakat adat melakukan replikasi secara mandiri kolam ikan dan menggunakan air buangan kolam ikan yang kaya nutrient untuk mengairi kebun jagung, ubi, kacang tanah, bawang dalam program KUPAS ALAM. Melalui pelaksanaan program pendampingan peningkatan ekonomi Kebun Pangan Sahabat Alam (KUPAS ALAM), terdapat 23 KK yang berpartisipasi dalam kegiatan program. Program ini memberikan pengetahuan serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan lahan yang dapat memberikan kebermanfaatan kemandirian pangan dan peningkatan akses pendapatan dari produksi komoditi yang dapat diperjualbelikan.
Dari 23 KK tersebut, sebanyak 7 KK yang memperoleh peningkatan pendapatan sebesar Rp 3.150.000 – Rp 4.484.900. Hal ini menjadi modal masyarakat untuk dapat memiliki dan mengakses sumber pendapatan rutin serta dapat terlihat adanya upaya mendukung peningkatan ekonomi masyarakat dimana masyarakat telah memiliki pendapatan diatas Upah Minimum Provinsi (UMP) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2023, yaitu Rp Rp 2.599.546. Sehingga JOB Tomori turut membantu dalam upaya pengentasan kemiskinan 7 KK dari 25 KK di masyarakat KAT Loinang sebesar 28%.
BACA JUGA:
Pertamina Bersama Tim Reskrim Polda Jatim Tangkap Pelaku Penyelewengan BBM di SPBU Sidoarjo
Agus menyebut, dengan tersedianya air bersih pada fasilitas umum memberikan manfaat sosial yaitu pelayanan kesehatan berupa pengobatan dan pemeriksaan, mendukung proses belajar mengajar, learning centre dan mendukung keberlangsungan ibadah. Manfaat besar yang didapatkan dari akses air bersih telah menggerakkan kelompok adat untuk membentuk kelompok pengelola air karena kesadaraan mengenai aset bersama dan kebutuhan dana pemeliharaan.
“Untuk mendukung keberlanjutan ASIH Loinang, JOB Tomori berkomitmen melakukan penghijauan di daerah hulu sungai untuk konservasi air, menjaga kualitas air, mencegah banjir dan kekeringan saat musim hujan dan kemarau, serta mengurangi aliran massa tanah dari hulu ke hilir,” katanya. [hen/but]
—
Ikuti kami di 👉https://bit.ly/392voLE
#beritaviral #jawatimur #viral berita #beritaterkini #terpopuler #news #beritajatim #infojatim #newsupdate #FYI #fyp