Skip to content

Kampus Vokasi di Jatim dan Pemerintah Luncurkan Program Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah Fisherman’s Friend

  • by

Kampus Vokasi di Jatim dan Pemerintah Luncurkan Program Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah. 👇

Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 14 kampus vokasi negeri di Jatim meluncurkan program penguatan ekosistem kemitraan untuk pengembangan inovasi berbasis potensi daerah bersama Pemprov Jatim dan Kemendikbudristek.

Plt. Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi Vokasi Muhammad Fajar Subkhan mengatakan bahwa program ini sebagai titik awal daerah menentukan arah masa depan pembangunan ekonomi dan inovasinya.

Menurutnya, ini sebagai kelanjutan pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia yang sebelumnya diatur dalam Inpres No. 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dan Perpres No. 68 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.

Baca Juga: Pemkot – OJK Kediri Sosialisasi Waspada Investasi dan Pinjol

“Kami melihat tantangan sesungguhnya yang saat ini ada di daerah adalah kemampuan mengelola lembaga serta membangun komunikasi dengan lintas stakeholder. SDM pendidikan vokasi dengan visi mumpuni menjadi kunci,” kata Fajar, Senin (30/10/2023).

Kata dia, satuan pendidikan vokasi harus berani membuka diri, berinteraksi, saling mendengar dan berbagi dengan para pemangku kepentingan di daerah, mulai dari pemda, DUDI, kadin, komunitas masyarakat, media massa, bahkan dengan satuan pendidikan vokasi lainnya.

“Oleh sebab itu, urgensi kemitraan bagi kami di Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi adalah membangun ekosistem kemitraan untuk mewadahi interaksi di daerah. Ekosistem kemitraan inilah yang nantinya akan menjadi pendorong daya saing ekonomi di daerah,” katanya.

Baca Juga: Edisi Terbatas! Coca-Cola Hadirkan Rasa Baru Hasil Kolaborasi dengan AI

Adapun 14 perguruan tinggi vokasi (PTV) negeri itu antara lain Sekolah Vokasi Universitas Brawijaya, Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Madiun, dan Politeknik Negeri Jember.

Kemudian Politeknik Negeri Madura, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, AKN Blitar, Politeknik Negeri  Banyuwangi, AKN Pacitan, Vokasi Universitas Negeri Malang, Vokasi Universitas Negeri Surabaya beserta unsur pemda, kadin, industri, media serta SMK di Jatim.

Dalam hal ini, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) bertindak sebagai pengampu. Ke-14 kampus vokasi tersebut berada di bawah koordinasi PENS.

Baca Juga: Program Prabowo-Gibran terkait Dana Abadi Ponpes, Dapat Dukungan Positif Santri Ponorogo

Di kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara PTV, yang diwakili Direktur PENS dan Direktur PT Sinergi Gula Nusantara dan Co-Organizer Google Developers Group Cloud Surabaya.

Amang Sudarsono, Wakil Direktur Bidang Kerjasama dan Teknologi PENS sekaligus Ketua Konsorsium PTV di Jatim mengatakan bahwa nota kesepahaman ini sebagai bentuk keseriusan mewujudkan penguatan ekosistem kemitraan.

“Baik dengan Industri maupun komunitas dan masyarakat. 14 PTV siap melaksanakan Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah Jawa Timur,” kata Amang.

Menurutnya, program ini menjadi tantangan tersendiri mengingat  dari RPJMD Jatim, tahun 2019-2024 terdapat 8 kluster prioritas pembangunan daerah yang harus dipetakan permasalahan dan solusinya.

Di Jawa Timur, kata dia, kebijakan pengembangan wilayah ditentukan berdasarkan klaster kewilayahan, yakni Klaster Labanegoro; Klaster Wilis Utara, Wilis Selatan, Malang Raya, Klaster Metropolitan; Klaster Probomajang, Ijen, Madura.

Amang menjelaskan bahwa penentuan klaster ini dilakukan sebagai langkah meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, sosial dan budaya.

Baca Juga: Rampas HP Gadis Tuna Rungu Surabaya, GRP Ternyata Masih Usia 13 Tahun

“Itu mengapa pendidikan vokasi harus hadir sebagai solusi bagi pembangunan daerah sehingga potensi yang ada di daerah dapat dioptimalkan untuk meningkatkan daya saing daerah, serta berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi di daerah,” kata Amang.

Sedangkan Wahid Wahyudi mewakili Setdarov Jatim menyebut jika Jatim sudah selayaknya menjadi provinsi vokasi dengan jumlah SMK sekitar 2174 SMK, baik negeri maupun swasta dengan total jumlah siswa SMK sebanyak 758 ribuan tiap tahunnya. [ipl/ian]


Ikuti kami di 👉https://bit.ly/392voLE
#beritaviral #jawatimur #viral berita #beritaterkini #terpopuler #news #beritajatim #infojatim #newsupdate #FYI #fyp