Skip to content

Mampu Kembangkan Desa Tematik Economic Branding, Desa Kedungmaling Mojokerto Dinobatkan Sebagai Desa Berdaya Fisherman’s Friend

  • by

Mampu Kembangkan Desa Tematik Economic Branding, Desa Kedungmaling Mojokerto Dinobatkan Sebagai Desa Berdaya. 👇

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebagai salah satu wujud dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam percepatan pembangunan desa, Desa Kedungmaling di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto dilaunching sebagai Desa Berdaya. Kedungmaling dinilai mampu melakukan pengembangan desa tematik (iconic) melalui economic branding.

Yakni dalam rangka mempertegas legalisasi status desa mandiri dengan mengoptimalkan potensi dan sumber daya desa untuk mewujudkan Desa Kedungmaling sebagai Desa Berdaya. Tanaman anggur menjadi keunggulan Desa Kedungmaling sebagai salah satu Desa Berdaya di Kabupaten Mojokerto.

Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur, Desa Kedungmaling mendapatkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) melalui Program Desa Berdaya senilai Rp100 juta. Di Kabupaten Mojokerto ada dua desa yang menerima BKK yakni Desa Kedungmaling di Kecamatan Sooko dan Desa Pandanarum di Kecamatan Pacet.

Baca Juga: Keterangan Polisi Soal Mobil Pikap Terbakar di Bojonegoro Tak Sebutkan Angkut Solar

Kepala DPMD Provinsi Jawa Timur, Budi Sarwoto mengatakan, Desa Mandiri melalui program Desa Berdaya disusun atas tiga indeks ketahanan. “Indeks ketahanan ekonomi, indeks ketahanan sosial dan indeks ketahanan ekologi atau lingkungan,” ungkapnya saat melaunching Desa Tematik Kampung Anggur Majapahit 3, Senin (30/10/2023).

Melalui Program Desa Berdaya, lanjut Budi, pihaknya berharap memperkuat ekonomi di pedesaan melalui economic branding. Jika di Kedungmaling adalah tanaman anggur maka nantinya diharapkan tema anggur. Mulai dari produk olahan tidak hanya untuk makanan dan minuman, namun bisa produk olahan lainnya.

“Misal batik motif anggur. Tapi semua di branding dengan tema anggur. Bisa dijadikan slogan juga, ‘Dengan Kampung Anggur, Kita Hapus Pengangguran di Desa’. Desa Kedungmaling ini mendapatkan alokasi Bantuan Khusus Keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2023 yang dikucurkan untuk pengembangan tahap ketiga,” lanjutnya.

Sehingga Kampung Anggur Majapahit 3 menggunakan anggaran dari BKK Pemerintah Provinsi Jawa Timur senilai Rp100 juta. Total ada 79 desa di Provinsi Jawa Timur yang mendapatkan kucuran anggaran BKK sebesar Rp7,9 milyar yang disalurkan pada tahun 2023. Di Kabupaten Mojokerto ada dua desa penerima BKK senilai masing-masing Rp100 juta.

Baca Juga: Program Prabowo-Gibran terkait Dana Abadi Ponpes, Dapat Dukungan Positif Santri Ponorogo

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, Desa Kedung Maling dilaunching sebagai Desa Berdaya diharapkan bisa menjadi embrio pengembangan ekonomi ekonik yang ada di masing-masing desa. “Dan tentu semuanya berdasarkan dari potensi yang ada di desa,” katanya.

Sehingga kedepannya akan ada pendampingan dalam bentuk monitoring dari pemerintah daerah. Dalam hal ini yakni BPMD Kabupaten Mojokerto serta pihak kecamatan yang bekerjasama dengan pihak desa untuk mengembangkan embrio dari ekonomi ekonik yang kemudian dimunculkan dalam Desa Berdaya.

“Kalau iconnya di Desa Kedungmaling maka berarti komitmen di Desa Kedungmaling ini semua areanya menanam anggur. Karena itu tujuannya menjadikan ekonomi ekonik di masing-masing desa. Sehingga selanjutnya harus dikembangkan ke arah mana sesuai pangsa pasar yang dibutuhkan,” ujarnya.

Khusus di Desa Kedungmaling, lanjut Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, Kampung Anggur Majapahit sudah ada tiga RW (Rukun Warga), yang nantinya akan dikembangkan menjadi sembilan RW. Sehingga diharapkan nantinya Desa Kedungmaling benar-benar menjadi Kampung Anggur Majapahit.

“Tentu nanti setelah itu, kita lihat pangsa pasar. Kalau kemudian nanti ternyata anggur ini melimpah produksinya (berbuah), maka nanti kalau pangsa pasar ini membutuhkan produk lanjutan dari anggur yang tidak hanya sekedar buah segar misalnya. Tentunya nanti akan dilakukan satu pendampingan,” tuturnya.

Maka buah anggur tersebut, lanjut orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto ini bisa hadir dalam bentuk olahan yang bisa dibawa pulang dan bisa dikirim ke tempat yang jauh. Sehingga pihak desa diharapkan bisa melihat pangsa pasar untuk bisa dikembangkan kedepannya.

Baca Juga: Konflik Pesilat Kembali Muncul di Surabaya, Pria Ini Lapor Punggungnya Dibacok

“Adanya pasar, adanya kunjungan ke sini, kita juga harus lihat kebutuhan masyarakat yang datang ke sini itu seperti apa? Sehingga itu yang nantinya yang harus dikembangkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kedung Maling, Edy Prabowo mengatakan, Desa Kedungmaling dikenal sebagai Kampung Anggur yang memiliki nilai jual tinggi dan mengatasi pengangguran. “Karena menciptakan lapangan kerja baru karena budidaya tanaman anggur,” urainya.

Kades berharap, Kampung Anggur Majapahit bisa berkembang hingga sembilan RW. Saat ini masih tiga RW sehingga masih ada enam RW yang akan dikembangkan menjadi Kampung Anggur Majapahit. Targetnya setiap tahun akan menambah satu Kampung Anggur Majapahit di enam RW sisa.

“Kami punya tanah kas desa yang nanti tidak hanya fokus di anggur. Karena terbentur anggaran, kita harap setiap tahun bisa satu. Rata-rata 200 meter (per RW), untuk pengembangan budidaya anggur bisa sampai Rp200 juta untuk 200 meter. Beberapa waktu lalu, kami ngobrol dengan akademisi, tidak hanya anggur segar,” pungkasnya. [tin/ian]


Ikuti kami di 👉https://bit.ly/392voLE
#beritaviral #jawatimur #viral berita #beritaterkini #terpopuler #news #beritajatim #infojatim #newsupdate #FYI #fyp