Skip to content

Penguatan Pendidikan Vokasi Menunjang Pembangunan Daerah Fisherman’s Friend

  • by

Penguatan Pendidikan Vokasi Menunjang Pembangunan Daerah. 👇

Surabaya (beritajatim.com) – Pendidikan vokasi baik pada tingkat menengah maupun tinggi memiliki peran cukup vital terhadap pembangunan daerah. Pendidikan ini menyediakan sumber daya dengan skill teknis yang bisa diterapkan dalam menunjang berjalannya pembangunan.

Widya Iswara Ahli Madya BPSDM Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi mengungkapkan, vokasi merupakan pendidikan yang dekat dengan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Sehingga, keberadaan pendidikan vokasi baik SMK maupun politeknik.

“Vokasi adalah dekat dengan problem-problem di masyarakat,” ujar Wahid saat Kick Off Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah di Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Senin (30/10/2023).

Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jatim ini mengungkapkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berkaitan dengan tingkat kemiskinan. Untuk meningkatkan IPM sekaligus menekan angka kemiskinan, salah satu caranya melalui pendidikan.

BACA JUGA:
Perguruan Tinggi Vokasi Diharapkan Dukung Hilirisasi Hasil Penelitian

Tetapi seiring dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, pendidikan tidak bisa lagi dilihat menggunakan standar lokal. Sehingga diperlukan kurikulum yang sesuai dengan kondisi kekinian.

“Peradaban manusia berubah total pada revolusi industri 4.0. Dunia pendidikan tidak bisa lagi dengan standar lokal atau nasional, tapi juga standar internasional,” kata dia.

Plt Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi Vokasi, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Muhammad Fajar Subhan, mengungkapkan terjadi kesenjangan cukup besar antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Kondisi ini terjadi di hampir semua daerah di Indonesia.

Menurut Subhan, saat ini dunia usaha dan industri berkembang di banyak daerah. Sayangnya, pengangguran di sekitar lokasi industri justru semakin banyak.

“Industrinya banyak, tapi pengangguran juga banyak. Saya kira yang menjadi tantangan adalah bagaimana menggabungkan itu (industri dan pengangguran),” kata dia.

BACA JUGA:
Mahasiswa Vokasi Unair Ciptakan Drone Bawah Laut Berbasis Android dan AUV

Subhan melanjutkan, perlu ada perubahan cara pandang terhadap dunia pendidikan. Tidak bisa lagi pendidikan dilihat hanya dari tingkat makro saja, sebab seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan di lingkungan masing-masing.

“Setiap daerah punya kebutuhan yang pasti berbeda. Yang bisa melihat ini adalah komponen di masing-masing provinsi,” ucap Subhan.

Karena itu, Subhan mendorong adanya pemetaan terkait kebutuhan daerah. Hal itu penting dilakukan untuk mengembangkan pendidikan vokasi yang sesuai.

“Kami usulkan bagaimana membuat ekosistem sehingga bisa saling mengisi satu sama lain. akhirnya, dua-duanya bisa terpenuhi. Vokasi bisa terpenuhi, di sisi lain ada demand,” terang dia. [beq]


Ikuti kami di 👉https://bit.ly/392voLE
#beritaviral #jawatimur #viral berita #beritaterkini #terpopuler #news #beritajatim #infojatim #newsupdate #FYI #fyp