Skip to content

PENS Surabaya Kukuhkan Dua Guru Besar Baru di Bidang IoT dan AI Fisherman’s Friend

  • by

PENS Surabaya Kukuhkan Dua Guru Besar Baru di Bidang IoT dan AI. 👇

Surabaya (beritajatim.com) – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mengukuhkan dua guru besar baru pada Senin (6/11/2023). Mereka adalah Prof M Udin Harun Al Rasyid dan Prof Iwan Syarif.

Keduanya dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Computer Network atau Internet of Things (IoT) dan bidang Ilmu Kecerdasan Buatan. Hingga kini, total jumlah guru besar PENS menjadi 8 orang.

Direktur PENS Aliridho Barakbah mengapresiasi berbagai prestasi dan riset yang telah dikembangkan kedua guru besar tersebut. “Saya yakin selepas pengukuhan ini akan muncul karya dan produk bernilai tinggi,” kata Aliridho.

Sementara Prof Udin mengungkapkan jika IoT sudah digeluti selama bertahun-tahun. Menyiapkan infrastruktur jaringan seperti sensor, komunikasi wireless dan pengumpulan data adalah bidang yang ia teliti selama ini.

“Sederhananya, mengambil data dan menyiapkan infrastruktur pengambilan datanya. Berbeda dengan Prof Iwan Syarif yang lebih pada pengolahan datanya, melalui penerapan AI,” katanya.

Baca Juga:
Berkat PENS, Mobilitas Petani dan Peternak di Pacet Mojokerto Meningkat

Sedangkan Prof Iwan memaparkan penerapan kecerdasan buatan melalui notifikasi warning cepat guna mendukung pengembangan pembangunan di Indonesia, untuk menuju Indonesia Maju di tahun 2045.

Ia berpesan, sudah sepantasnya sivitas akademika membantu pemerintah mewujudkan tiga proyek besarnya, yaitu E-Government/SPBE, Satu Data Indonesia, dan kecerdasan artifisial.

Mengingat roadmap-nya mewujudkan negara maju, kata Prof Iwan, maka riset AI pun harus dilakukan di berbagai bidang. Kata dia, ada banyak riset soal penerapan AI yang sudah ia kerjakan, maupun dikerjakan orang lain.

“Contohnya riset penerapan AI di bidang kesehatan, AI dalam pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), penerapan AI pada bidang pertanian dan peternakan, bidang pendidikan, dan lain sebagainya yang sebagian besar telah diterapkan,” terangnya.

Prof Udin dan Prof Iwan pun berharap, ke depan ada kolaborasi dengan industri terkait hilirisasi produk riset laboratorium. Hal ini dimungkinkan, mengingat pembiayaan riset membutuhkan dana cukup besar dan kadang perlu dukungan berbagai pihak untuk pengembangannya. [ipl/ted]


Ikuti kami di 👉https://bit.ly/392voLE
#beritaviral #jawatimur #viral berita #beritaterkini #terpopuler #news #beritajatim #infojatim #newsupdate #FYI #fyp